Masalah sampah organik yang kerap menumpuk di tempat pembuangan akhir kini mulai menemukan solusi kreatif.
Budidaya Maggot BSF (Black Soldier Fly) semakin diminati masyarakat sebagai peluang bisnis yang tidak hanya menguntungkan secara finansial, tetapi juga berdampak positif bagi ekosistem.
Berbeda dengan lalat rumah yang membawa penyakit, larva dari lalat tentara hitam ini dikenal sebagai “mesin” pengurai sampah organik yang sangat efisien.
Budidaya maggot kini naik daun karena beberapa alasan krusial yang menyentuh aspek ekonomi rumah tangga maupun industri:
Siklus hidup maggot tergolong cepat, sehingga perputaran modal bagi pembudidaya cenderung singkat. Berikut adalah tahapan umumnya:
Secara pasar, maggot tidak hanya dijual dalam bentuk segar. Inovasi produk turunannya mulai merambah ke berbagai sektor:
Pemerintah di berbagai daerah pun mulai melirik budidaya ini sebagai bagian dari program Zero Waste Management untuk mengurangi beban TPA (Tempat Pembuangan Akhir).
Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah Sulawesi Selatan mengeluarkan peringatan dini dan prospek cuaca…
Persija Jakarta sukses mengamankan tiga poin penuh setelah menundukkan PSM Makassar dengan skor tipis 2-1…
Duel bertajuk Big Match akan tersaji dalam lanjutan pekan ke-22 BRI Super League 2025/2026. Persija…
Bingung mau mengolah stok ubi ungu di dapur buat menu Ramadhan? Jangan cuma digoreng biasa!…
Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) secara resmi menetapkan awal puasa atau 1 Ramadhan 1447…
Tahun 2026 merupakan tahun Kuda Api (Bing\ Wu), sebuah siklus langka yang hanya terjadi sekali…