Kehilanganmu adalah satu dari sekian banyak ketakutanku. Kaupun tahu hal itu. Tapi kau bahkan tidak peduli. Kau bahkan tidak menganggap serius ketakutanku. Kau tahu bahwa kau benar benar telah mengusik duniaku. Kau tidak salah, karena akupun yang membiarkannya.
Dulu kau berkata kau khawatir dengan diriku, dengan hatiku. Kau tak perlu khawatir dengan hatiku toh nyatanya sekarang bahkan kau tidak peduli lagi.
Kita telah berbeda. Kita tak lagi sama. Bahwa tentang kita sangatlah rumit. Aku mengenangmu di setiap tempat yang pernah menjadi saksi bisu keberadaan kita. Bahwa kita pernah ada. Bahwa aku pernah bahagia dan merasa dicintai dengan begitu sederhana. Bahwa aku pernah menjadi sosok penting dalam kehidupanmu namun kini berbalik arah. Tak apa, karena Tuhan telah menyiapkan skenario terbaik untuk kita. Aku tidak bisa memaksakan apapun. Tentang kita mungkin telah mati di kehidupanmu. Namun di kehidupanku masih terasa indah namun terkadang menjadi duri dalam kebahagiaanku. Terima kasih bahwa “kita” pernah terlukis jelas. Bahwa kita nyata adanya. Ini hanya tentang kau, aku dan dunia yang mengetahuinya.
Penulis : Tita
Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulawesi Selatan memperkuat pengawasan dan kewaspadaan terhadap peningkatan aktivitas virus influenza…
Pengembangan bioenergi tidak hanya menjadi bagian dari transisi energi, tetapi juga membuka peluang ekonomi dan…
Kisah hidup Jan Koum menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan finansial dan masa lalu yang kurang…
Amerika Serikat dan China tak hentinya berkompetisi mengembangkan teknologi paling canggih. Di industri semikonduktor, khususnya…
Harga emas turun ke level terendah dalam lebih dari satu bulan pada Senin, setelah lonjakan harga…
Presiden Prabowo dorong negara BRICS manfaatkan ekonomi hijau dan mineral kritis untuk perkuat posisi dalam…