Kehilanganmu adalah satu dari sekian banyak ketakutanku. Kaupun tahu hal itu. Tapi kau bahkan tidak peduli. Kau bahkan tidak menganggap serius ketakutanku. Kau tahu bahwa kau benar benar telah mengusik duniaku. Kau tidak salah, karena akupun yang membiarkannya.
Dulu kau berkata kau khawatir dengan diriku, dengan hatiku. Kau tak perlu khawatir dengan hatiku toh nyatanya sekarang bahkan kau tidak peduli lagi.
Kita telah berbeda. Kita tak lagi sama. Bahwa tentang kita sangatlah rumit. Aku mengenangmu di setiap tempat yang pernah menjadi saksi bisu keberadaan kita. Bahwa kita pernah ada. Bahwa aku pernah bahagia dan merasa dicintai dengan begitu sederhana. Bahwa aku pernah menjadi sosok penting dalam kehidupanmu namun kini berbalik arah. Tak apa, karena Tuhan telah menyiapkan skenario terbaik untuk kita. Aku tidak bisa memaksakan apapun. Tentang kita mungkin telah mati di kehidupanmu. Namun di kehidupanku masih terasa indah namun terkadang menjadi duri dalam kebahagiaanku. Terima kasih bahwa “kita” pernah terlukis jelas. Bahwa kita nyata adanya. Ini hanya tentang kau, aku dan dunia yang mengetahuinya.
Penulis : Tita
Jakarta, – Di tengah tekanan global dan potensi gangguan pasokan pangan dunia, Indonesia justru menunjukkan…
Semangat perjuangan R.A. Kartini kembali bergelora di SMA Negeri 1 (SMANSA) Makassar. Melalui kolaborasi apik…
Unit Pelaksana Teknis (UPT) SMA Negeri 1 Makassar resmi merilis jadwal Sistem Penerimaan Murid Baru…
Kabar baik bagi warga Kota Makassar dan pengguna jalan lintas Kabupaten Gowa. Pemerintah Provinsi Sulawesi…
Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan mencatat tren positif dalam kepatuhan perpajakan tahun ini. Hingga…
Kecoak termasuk dalam ordo Blattodea, kelompok serangga yang memiliki lebih dari 4.500 spesies di seluruh…