Sekolah

ATM Sampah Berbasis Teknologi buatan Anak SMP

Dua pelajar SMPN 1 Jetis membuat ATM Sampah berbasis teknologi. Karya mereka menyabet juara 1 tingkat nasional Bidang Rekayasa Teknik dalam Lomba Karya Inovasi Pelajar di SMA Taruna Nusantara, Magelang.

Kedua pelajar itu Else Windasari (15) dan Nabil Sirajuddin Fath (15). Mereka membuat alat yang disebut ATM berbasis Smart Digital Internet of Things terinspirasi dari banyaknya sampah botol plastik yang menumpuk di bak sampah.

“Dengan alat ini, siswa bisa memasukkan sampah botol plastik ke dalam ATM ini terus mendapatkan struk sebagai ganti nominal uang,” tutur Ketua Kelompok Else kepada detikcom saat ditemui di sekolahnya, Jalan Raya Ponorogo-Trenggalek

Cara kerjanya, lanjut Else, dengan memasukkan sampah botol plastik ke dalam lubang yang disediakan di mesin ATM. Kemudian di dalam lubang tersebut sudah terdapat sensor yang bisa mendeteksi jenis dari sampah plastik.

Setelah itu sampah plastik akan masuk ke dalam kantong yang telah dimasukkan di dalam boks ATM. Siswa yang membuang sampah di ATM akan diminta untuk memencet tombol agar struk dari ATM keluar.

Else menambahkan, satu botol plastik berukuran 600 ml dihargai Rp 500 sedangkan gelas plastik berukuran 200 ml dihargai Rp 300. Satu kotak ATM mampu menampung 125 botol plastik dan 200 gelas plastik.

“Struk ini mempunyai nominal uang, jika dikumpulkan bisa ditukarkan ke koperasi sekolah atau kantin untuk ditukar dengan makanan atau minuman,” kata Nabil.

Selain itu, ATM ini juga terhubung dengan smartphone untuk memantau kondisi kantong sampah jika telah terisi penuh. Maka petugas bisa langsung mengambil sampah untuk selanjutnya didaur ulang.

Anggota kelompok Nabil menambahkan, alat ini dilengkapi dengan berbagai sensor dan rangkaian elektronik seperti motor servo, micro controller ardunino nano, modem MCU, thermal printer, sensor HC-05 dan infrared. Proses pengembangannya membutuhkan waktu 3 bulan.

“Kesulitannya ada beberapa komponen yang tidak bisa beroperasi selain itu kami juga disarankan oleh juri untuk bisa mendeteksi sampah selain plastik,” ujar Nabil.

cc:detik.com

Disqus Comments Loading...

Artikel Terbaru

Si Penyintas Tangguh: Mengenal Lebih Dekat Dunia Kecoak

Kecoak termasuk dalam ordo Blattodea, kelompok serangga yang memiliki lebih dari 4.500 spesies di seluruh…

1 day yang lalu

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Sulsel 10-12 April 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang

Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah IV Makassar mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk…

6 days yang lalu

Makassar Segera Miliki PSEL Senilai Rp3 Triliun, Solusi Sampah Jadi Energi Terbarukan

Langkah besar diambil Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Pemerintah Kota Makassar dalam mengatasi krisis sampah…

1 week yang lalu

Nanas: Si Raja Tropis yang Tak Hanya Segar, Tapi Juga “Sakti” bagi Kesehatan

Siapa yang bisa menolak kesegaran nanas di siang hari yang terik? Buah bernama latin Ananas…

1 week yang lalu

Prestasi Gemilang! Kelulusan SNBP SMAN 20 Makassar 2026 Meningkat Pesat

Kabar membanggakan datang dari SMAN 20 Makassar. Sebanyak 34 siswa dinyatakan lolos masuk Perguruan Tinggi…

2 weeks yang lalu

Mulai 1 April 2026, Tarif Trans Sulsel Pelajar hingga Lansia Turun Jadi Rp2.000

Kabar gembira bagi pengguna transportasi publik di Sulawesi Selatan. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan resmi memberlakukan…

2 weeks yang lalu