Teknologi

Campur Hidrogen di PLTG, Amonia di PLTU: Strategi PLN IP Tekan Emisi Listrik

Kebutuhan listrik terus naik, tetapi tekanan untuk menurunkan emisi karbon juga makin kuat. Untuk menjawab keduanya, PT PLN Indonesia Power (PLN IP) mulai menguji dua bahan bakar alternatif di pembangkitnya: hidrogen dan amonia.

Dua Bahan Bakar, Dua Jenis Pembangkit
Pendekatannya berbeda menurut jenis pembangkit:
Hidrogen dicampur ke pembangkit berbahan bakar gas untuk mengurangi pemakaian gas (cofiring hidrogen). Ujinya dilakukan di Pesanggaran, Bali.
Amonia dicampur ke pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) untuk mengurangi pemakaian batu bara (cofiring amonia). Ujinya dilakukan di PLTU Labuan, Banten.

Hasil Uji Hidrogen di Pesanggaran
Dengan campuran hidrogen 23 persen, hasil uji menunjukkan potensi:
penurunan emisi karbon sekitar 9.600 ton CO₂ per tahun
kenaikan efisiensi mesin hingga 5 persen
pemakaian bahan bakar fosil berkurang hingga 17 persen

Hasil Uji Amonia di Labuan
Dengan campuran amonia hanya 1 persen, hasil uji menunjukkan potensi:
efisiensi PLTU naik hingga 1,3 persen
penghematan batu bara sekitar 19.700 ton per tahun
emisi karbon turun hingga 1,8 persen, setara potensi pengurangan emisi tahunan hingga 35.000 ton

Amonia Hijau dari Hidrogen Sisa
Untuk memasok amonia, PLN IP mengembangkan amonia hijau. Bahan bakunya berasal dari ekses hidrogen di PLTGU Cilegon, PLTGU Priok, dan PLTGU Tambak Lorok. Skema ini membuat satu pembangkit bisa menopang pembangkit lain dalam agenda transisi energi.

Bertahap dan Mengutamakan Keandalan
Direktur Utama PLN IP, Bernadus Sudarmanta, menegaskan transisi energi harus dijalankan bertahap dan terukur, tanpa mengorbankan keandalan pasokan listrik. Pengujian ini, katanya, bagian dari upaya diversifikasi bahan bakar sekaligus menekan emisi pembangkitan.

Ke depan, pengembangan akan dilanjutkan lewat kajian, pengujian, dan evaluasi teknis, dengan memperhatikan keselamatan, keandalan, efisiensi, dan kelayakan penerapannya. “Kami terus mendorong pengembangan teknologi ini melalui pengujian dan evaluasi,” ujar Bernadus, seperti dikutip Antara, Kamis (29/10/2026).

#PLNIndonesiaPower #TransisiEnergi #NetZeroEmissions #EnergiBaruTerbarukan #CoFiring #Hidrogen #Amonia #Dekarbonisasi #EnergiBersih

Disqus Comments Loading...
Publikasi
Admin Post

Artikel Terbaru

IHSG Gagal Pertahankan Hijau, Berbalik Melemah ke 5.272 di Awal Perdagangan

Jakarta – Sambutan positif di pembukaan tak bertahan lama bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).…

57 minutes yang lalu

Dinkes Sulsel Perketat Pengawasan Antisipasi Influenza A

Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulawesi Selatan memperkuat pengawasan dan kewaspadaan terhadap peningkatan aktivitas virus influenza…

3 weeks yang lalu

Olah Limbah Jadi Energi, Buka Peluang Lapangan Kerja Hijau

Pengembangan bioenergi tidak hanya menjadi bagian dari transisi energi, tetapi juga membuka peluang ekonomi dan…

1 month yang lalu

Dulu Antre Makan Gratis, Kini Jadi Triliuner Teknologi

Kisah hidup Jan Koum menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan finansial dan masa lalu yang kurang…

1 month yang lalu

Bos Nvidia: Chip Buatan China Tinggal Hitungan Nanodetik Saja di Belakang AS

Amerika Serikat dan China tak hentinya berkompetisi mengembangkan teknologi paling canggih. Di industri semikonduktor, khususnya…

1 month yang lalu

Harga Emas Dunia Turun 1,8% Tertekan Lonjakan Harga Minyak dan Inflasi AS

Harga emas turun ke level terendah dalam lebih dari satu bulan pada Senin, setelah lonjakan harga…

1 month yang lalu