Jakarta – Sambutan positif di pembukaan tak bertahan lama bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Memulai perdagangan Kamis (29/10/2026) dengan penguatan, indeks justru cepat berbalik arah karena aksi jual di pasar.
Dari Hijau ke Merah dalam Hitungan Menit
Berdasarkan data RTI, IHSG membuka hari di posisi 5.305,19, naik dari penutupan sebelumnya di 5.282,31. Namun tekanan jual segera muncul. Pada pukul 09.04 WIB, indeks sudah tergelincir ke 5.257,72.
Setelah itu, IHSG bergerak naik-turun tanpa arah jelas. Pukul 09.11 WIB indeks sempat naik tipis ke 5.283,19, tetapi pada pukul 09.15 WIB kembali turun 0,18% ke 5.272,97.
Hampir Semua Indeks Acuan Melemah
Indeks LQ45 yang berisi saham-saham unggulan turun 0,42% ke level 536,64. Mayoritas indeks utama lain ikut berwarna merah. Jakarta Islamic Index (JII) menjadi salah satu dari sedikit indeks yang masih bertahan di zona hijau.
Angka-Angka Perdagangan Awal Sesi
Rentang pergerakan: tertinggi 5.320,19, terendah 5.257,72
Saham menguat/melemah/stagnan: 256 / 270 / 205
Frekuensi transaksi: 169.795 kali
Volume: 3,4 miliar saham
Nilai transaksi: sekitar Rp 1,4 triliun
Kurs dolar AS: Rp 18.117
Sektor Terbelah
Energi, barang baku, konsumen non-primer, kesehatan, teknologi, serta transportasi dan logistik mampu menguat. Sektor-sektor lainnya melemah.
Apa Kata Analis?
Sehari sebelumnya, Rabu (28/10/2026), IHSG ditutup naik 0,31% ke 5.282 didorong masuknya minat beli. Meski begitu, analis memperkirakan indeks berpeluang melemah pada perdagangan Kamis.
Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menjelaskan bahwa selama IHSG masih di atas 4.907, indeks diperkirakan berada di wave (iv) dari wave [v]. Menurutnya, koreksi bisa menguji area 5.116–5.180 sebelum peluang penguatan menuju 5.456–5.564 kembali terbuka. Ia menetapkan support di 5.185 dan 4.915, serta resistance di 5.460 dan 5.563.
Sementara itu, riset Pilarmas Investindo Sekuritas memperkirakan pelemahan IHSG terbatas, dengan kisaran support dan resistance 5.185–5.590.
#IHSG #PasarModal #BursaEfekIndonesia #SahamHariIni #Investasi #EkonomiIndonesia
Kebutuhan listrik terus naik, tetapi tekanan untuk menurunkan emisi karbon juga makin kuat. Untuk menjawab…
Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulawesi Selatan memperkuat pengawasan dan kewaspadaan terhadap peningkatan aktivitas virus influenza…
Pengembangan bioenergi tidak hanya menjadi bagian dari transisi energi, tetapi juga membuka peluang ekonomi dan…
Kisah hidup Jan Koum menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan finansial dan masa lalu yang kurang…
Amerika Serikat dan China tak hentinya berkompetisi mengembangkan teknologi paling canggih. Di industri semikonduktor, khususnya…
Harga emas turun ke level terendah dalam lebih dari satu bulan pada Senin, setelah lonjakan harga…