Media

Rammang-Rammang: Labirin Batu Kapur Terbesar Kedua di Dunia

Sulawesi Selatan tidak hanya punya Pantai Losari atau Tana Toraja. Berjarak sekitar 40 kilometer dari Kota Makassar, tepatnya di Kabupaten Maros, terdapat sebuah “negeri di awan” bernama Rammang-Rammang.

Nama ini diambil dari bahasa Makassar yang berarti “awan” atau “kabut”, menggambarkan suasana syahdu tempat ini saat pagi hari ketika kabut menyelimuti gugusan pegunungan karst.

​Rammang-Rammang bukan sekadar pemandangan indah; tempat ini adalah monumen sejarah bumi yang sangat berharga.

​1. Karst Terbesar Kedua di Dunia
Secara geologis, Rammang-Rammang merupakan bagian dari Pegunungan Karst Maros-Pangkep. Ini adalah kawasan karst (batuan kapur) terbesar kedua di dunia setelah China Selatan sekaligus pegunungan karst tercantik ketiga setelah China dan Vietnam. Formasi batuan ini terbentuk melalui proses pelarutan batuan kapur selama jutaan tahun.

​2. Jejak Manusia Purba
Di balik dinding-dinding batu dan gua-gua di sekitar kawasan ini, ditemukan jejak kehidupan manusia prasejarah. Terdapat lukisan dinding gua (parietal art) berupa cap tangan dan gambar hewan yang diperkirakan berusia puluhan ribu tahun. Hal ini membuktikan bahwa Rammang-Rammang telah menjadi saksi bisu peradaban manusia sejak zaman purba.

​3. Perjuangan Masyarakat Lokal
Sejarah modern Rammang-Rammang juga diwarnai dengan perjuangan penduduk setempat. Dulu, kawasan ini sempat terancam oleh rencana penambangan marmer dan semen. Namun, masyarakat desa berjuang keras menolak tambang demi melestarikan lingkungan, hingga akhirnya kini diakui sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark.

4.Memiliki 280 Gua
Wisata alam ini memiliki 280 gua, sebanyak 16 gua di antaranya menjadi situs prasejarah tertua didunia yang berumur 15.000 sampai 40.000 tahun masa miosen awal hingga Tengah Miosen.

​Tips Berwisata ke Rammang-Rammang

•​ Waktu Terbaik: Datanglah saat pagi hari (sekitar pukul 06.00 – 08.00) untuk melihat kabut yang menjadi asal-usul nama tempat ini.
​Pakaian: Gunakan pakaian yang nyaman dan menyerap keringat, serta alas kaki yang tidak licin.

  • ​Jaga Kebersihan: Karena ini adalah situs warisan dunia, sangat penting untuk tidak membuang sampah sembarangan dan tidak mencoret-coret batuan.

​Rammang-Rammang adalah perpaduan sempurna antara keajaiban alam dan sejarah panjang bumi. Mengunjunginya bukan hanya soal mengambil foto bagus, tapi juga menghargai bagaimana alam membentuk dirinya selama jutaan tahun.

Disqus Comments Loading...

Artikel Terbaru

Si Penyintas Tangguh: Mengenal Lebih Dekat Dunia Kecoak

Kecoak termasuk dalam ordo Blattodea, kelompok serangga yang memiliki lebih dari 4.500 spesies di seluruh…

1 day yang lalu

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Sulsel 10-12 April 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang

Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah IV Makassar mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk…

6 days yang lalu

Makassar Segera Miliki PSEL Senilai Rp3 Triliun, Solusi Sampah Jadi Energi Terbarukan

Langkah besar diambil Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Pemerintah Kota Makassar dalam mengatasi krisis sampah…

1 week yang lalu

Nanas: Si Raja Tropis yang Tak Hanya Segar, Tapi Juga “Sakti” bagi Kesehatan

Siapa yang bisa menolak kesegaran nanas di siang hari yang terik? Buah bernama latin Ananas…

1 week yang lalu

Prestasi Gemilang! Kelulusan SNBP SMAN 20 Makassar 2026 Meningkat Pesat

Kabar membanggakan datang dari SMAN 20 Makassar. Sebanyak 34 siswa dinyatakan lolos masuk Perguruan Tinggi…

2 weeks yang lalu

Mulai 1 April 2026, Tarif Trans Sulsel Pelajar hingga Lansia Turun Jadi Rp2.000

Kabar gembira bagi pengguna transportasi publik di Sulawesi Selatan. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan resmi memberlakukan…

2 weeks yang lalu