Masalah sampah organik yang kerap menumpuk di tempat pembuangan akhir kini mulai menemukan solusi kreatif.
Budidaya Maggot BSF (Black Soldier Fly) semakin diminati masyarakat sebagai peluang bisnis yang tidak hanya menguntungkan secara finansial, tetapi juga berdampak positif bagi ekosistem.
Berbeda dengan lalat rumah yang membawa penyakit, larva dari lalat tentara hitam ini dikenal sebagai “mesin” pengurai sampah organik yang sangat efisien.
Budidaya maggot kini naik daun karena beberapa alasan krusial yang menyentuh aspek ekonomi rumah tangga maupun industri:
Siklus hidup maggot tergolong cepat, sehingga perputaran modal bagi pembudidaya cenderung singkat. Berikut adalah tahapan umumnya:
Secara pasar, maggot tidak hanya dijual dalam bentuk segar. Inovasi produk turunannya mulai merambah ke berbagai sektor:
Pemerintah di berbagai daerah pun mulai melirik budidaya ini sebagai bagian dari program Zero Waste Management untuk mengurangi beban TPA (Tempat Pembuangan Akhir).
Jakarta, – Di tengah tekanan global dan potensi gangguan pasokan pangan dunia, Indonesia justru menunjukkan…
Semangat perjuangan R.A. Kartini kembali bergelora di SMA Negeri 1 (SMANSA) Makassar. Melalui kolaborasi apik…
Unit Pelaksana Teknis (UPT) SMA Negeri 1 Makassar resmi merilis jadwal Sistem Penerimaan Murid Baru…
Kabar baik bagi warga Kota Makassar dan pengguna jalan lintas Kabupaten Gowa. Pemerintah Provinsi Sulawesi…
Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan mencatat tren positif dalam kepatuhan perpajakan tahun ini. Hingga…
Kecoak termasuk dalam ordo Blattodea, kelompok serangga yang memiliki lebih dari 4.500 spesies di seluruh…