Sosial

30 Pelajar Terpilih Akan Mengajar ke Enam Desa di Seluruh Indonesia

Lebih dari tujuh ribu orang pelajar sekolah menengah atas (SMA) dari seluruh Indonesia mengikuti seleksi Pengajar Jelajah Nusa 2019. Sebuah aktivitas dari Ultra Milk yang memberikan kesempatan bagi murid-murid SMA untuk mengajar anak-anak sekolah dasar (SD) di daerah-daerah terpencil.

Dari jumlah sebanyak itu, terpilih sebanyak 30 anak muda yang dinyatakan lolos seleksi. Pelajar-pelajar ini pun dibekali materi persiapan di Jakarta selama dua hari, sebelum diberangkatkan tersebar ke enam desa di tiga kabupaten selama satu minggu dari 27 Juni sampai 3 Juli 2019.

Ada pun desa-desa terpilih itu di antaranya Desa Karang Tengah dan Karang Makmur, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan; Desa Labuang Kallo dan petiku, Kabupaten Pasier, Kalimatan Timur; serta Desa Bibinoi dan Sawang Akar, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara.

Selain 30 orang pelajar, Ultra Milk mengikutsertakan tiga orang selebritis Instagram dengan latar belakang yang berbeda untuk membantu menginspirasi anak-anak di sana. Ada Bernhard Suryaningrat, co-founder sekaligus lead artis dari @nevertoolavish, Dzawin Nur, dan Grite Agatha.

Khusus para pelajar yang lolos seleksi itu, dipilih dua peserta terbaik yang akan dikirim mengikuti serangkaian acara pengembangan diri pada 2020 di London.

Head of Marketing Department PT Ultrajaya Milk Industry, Siska Suryaman, mengatakan bahwa remaja Indonesia merupakan generasi penerus bangsa dan kunci kemajuan bangsa. Oleh sebab itu, selain fisik yang sehat, anak-anak Indonesia harus punya nilai kepedulian sosial terhadap lingkungan dan sesamanya.

Hal inilah yang membuat Pengajar Jelajah Nusa akhirnya terbentuk sekitar tiga tahun silam, sebagai salah satu wadah bagi remaja Indonesia untuk penyaluran kegiatan sekaligus dapat menginspirasi remaja yang lain untuk sama-sama memajukan dunia pendidikan Indonesia.

Ultra Milk berkomitmen untuk terus melanjutkan kampanye Make Your Move pada tahun-tahun mendatang melalui kegiatan positif lainnya, seperti program ke sekolah-sekolah, olahraga, dan musik.

Kampanye ini sendiri diluncurkan sembilan tahun silam dengan visi meningkatkan kebiasaan minum susu remaja di Indonesia, sebagai salah satu kepedulian Ultra Milk terhadap fakta minimnya tingkat konsumsi susu cair Indonesia dibandingkan negara lain di dunia, yaitu hanya 4,1 liter per kapita (sumber Compass Research 2018) guna menciptakan generasi bangsa yang sehat dan berprestasi.

cc : Liputan6

Disqus Comments Loading...

Artikel Terbaru

Dinkes Sulsel Perketat Pengawasan Antisipasi Influenza A

Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulawesi Selatan memperkuat pengawasan dan kewaspadaan terhadap peningkatan aktivitas virus influenza…

1 week yang lalu

Olah Limbah Jadi Energi, Buka Peluang Lapangan Kerja Hijau

Pengembangan bioenergi tidak hanya menjadi bagian dari transisi energi, tetapi juga membuka peluang ekonomi dan…

3 weeks yang lalu

Dulu Antre Makan Gratis, Kini Jadi Triliuner Teknologi

Kisah hidup Jan Koum menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan finansial dan masa lalu yang kurang…

3 weeks yang lalu

Bos Nvidia: Chip Buatan China Tinggal Hitungan Nanodetik Saja di Belakang AS

Amerika Serikat dan China tak hentinya berkompetisi mengembangkan teknologi paling canggih. Di industri semikonduktor, khususnya…

4 weeks yang lalu

Harga Emas Dunia Turun 1,8% Tertekan Lonjakan Harga Minyak dan Inflasi AS

Harga emas turun ke level terendah dalam lebih dari satu bulan pada Senin, setelah lonjakan harga…

1 month yang lalu

KTT BRICS, Prabowo Ajak Anggota Manfaatkan Ekonomi Hijau dan Mineral Kritis

Presiden Prabowo dorong negara BRICS manfaatkan ekonomi hijau dan mineral kritis untuk perkuat posisi dalam…

1 month yang lalu