Pada suatu hari, sapi dan ayam tak sengaja bertemu di tanah lapang samping rumah Pak Eko.
Daripada bermain gadget, Ayam memilih curhat kepada Sapi, obrolannya seperti ini:
Ayam : Gua benci banget sama manusia Pi…
Sapi : Lah emangnya kenapa Yam?
Ayam : Coba lu bayangin deh Pi, gue makan beras yang berserakan aja di usir-usir, padahal mereka tiap hari makan telur dan daging gue, belum lagi semua kesalahan mereka imbasnya ke gue…
Tulisan jelek dibilang cakar ayam
Tidur tak nyenyak dibilang tidur ayam
Hilang semangat dibilang angat-angat tai ayam
Yang parahnya lagi, mereka masak telur ku eehhh dibilang “telur mata sapi” kan gue sebeeeeellll Piii….
Sapi : Lah gue lebih parah Yam…
Ayam : Loh emangnya lu diapain Pi?
Sapi : Coba lu piker Yam, setiap hari susu gue di elus-elus, di remes-remes, dan dipencet-pencet, diambil lagi susu gue, tapi kagak pernah tuh dinikahin.
Emangnya gue sapi murahan apaa???
Ayam : Hmmm, Pi kayaknya gue mau bertelor dulu nih, gue tinggal yah. Besok-besok bungkus tuh susu lu.
Curhatan mereka pun selesai sampai disitu.
Pesan moralnya adalah sesama mahluk hidup yang saling membuthkan, sebaiknya kita bias saling menghargai, sebab tanpa adanya ayam kita takkan pernah makan telur mata sapi, dan tanpa adanya sapi kita tidak akan minum susu sapi.
Penulis : Tita
Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulawesi Selatan memperkuat pengawasan dan kewaspadaan terhadap peningkatan aktivitas virus influenza…
Pengembangan bioenergi tidak hanya menjadi bagian dari transisi energi, tetapi juga membuka peluang ekonomi dan…
Kisah hidup Jan Koum menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan finansial dan masa lalu yang kurang…
Amerika Serikat dan China tak hentinya berkompetisi mengembangkan teknologi paling canggih. Di industri semikonduktor, khususnya…
Harga emas turun ke level terendah dalam lebih dari satu bulan pada Senin, setelah lonjakan harga…
Presiden Prabowo dorong negara BRICS manfaatkan ekonomi hijau dan mineral kritis untuk perkuat posisi dalam…