Healing Tipis-Tipis Usai Sahur: Berburu Sunrise Estetik di Bukit Samata Gowa

Posted on

Saat weekend di bulan puasa, sebagian umat islam biasanya memilih untuk kembali tidur setelah santap sahur dan salat subuh. Padahal ada opsi kegiatan seru yang sayang untuk dilewatkan di jam-jam tersebut: berburu matahari terbit (sunrise).

Untuk di daerah Kabupaten Gowa, Bukit Samata bisa jadi solusinya. Terletak tidak jauh dari bundaran samata dan Universitas UIN Alauddin, Anda bisa menghirup udara segar pagi hari tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke Malino.

​Selain lokasinya yang sangat aksesibel, ada beberapa alasan mengapa bukit ini jadi primadona saat subuh:

  • ​Pemandangan City Light ke Sunrise: Jika tiba tepat setelah salat Subuh, pengunjung masih bisa melihat sisa-sisa lampu kota yang cantik sebelum perlahan berganti dengan semburat jingga di ufuk timur.
  • ​Udara Sejuk nan Asri: Jauh dari kebisingan knalpot, udara pagi di perbukitan Samata memberikan kesegaran yang maksimal untuk paru-paru.
  • ​Spot Foto Instagramable: Hamparan rumput hijau dan latar belakang pegunungan di kejauhan membuat setiap sudutnya sangat layak diunggah ke media sosial.

​Bagi kamu yang ingin mencoba pengalaman ini besok pagi, berikut panduan singkatnya:

  • ​04.00 – 04.30: Santap sahur yang bergizi agar energi tetap terjaga.
  • ​05.00: Salat Subuh berjamaah
  • ​05.30 – 05.45: Berangkat dan tiba di titik pandang Bukit Samata. Pastikan kamera atau ponsel sudah dalam mode standby.
  • ​06.10: Momen Golden Hour. Inilah saat terbaik untuk mengambil foto siluet dengan latar matahari terbit.

​Meskipun terlihat santai, jangan lupa untuk tetap menjaga etika. Kawasan Samata adalah area yang asri, jadi pastikan tidak ada sampah yang tertinggal agar keindahan ini bisa terus dinikmati oleh orang lain.

Bagi kamu yang bingung mau ke mana setelah sahur besok, Bukit Samata bisa jadi pilihan tepat untuk refreshing sejenak sebelum memulai rutinitas harian. Jangan lupa ajak teman atau pasangan biar momen sunrisenya makin berkesan!