Media

KTT BRICS, Prabowo Ajak Anggota Manfaatkan Ekonomi Hijau dan Mineral Kritis

Presiden Prabowo dorong negara BRICS manfaatkan ekonomi hijau dan mineral kritis untuk perkuat posisi dalam rantai nilai industri global.

Presiden Prabowo Subianto mendorong negara-negara BRICS memanfaatkan ekonomi hijau untuk memperkuat posisi mereka dalam rantai nilai global (global value chain).

Indonesia menilai pengembangan sumber daya terbarukan dan teknologi bersih dapat membuka peluang investasi sekaligus meningkatkan nilai tambah industri.

Prabowo menyatakan bahwa negara-negara anggota BRICS memiliki kelimpahan sumber daya yang mendukung pengembangan ekonomi hijau dan teknologi tinggi. Kekuatan tersebut mencakup mineral kritis, logam tanah jarang (rare earth), energi terbarukan, hingga kapasitas produksi dan pasar yang besar untuk dikembangkan secara bersama.

“Ekonomi hijau dapat menjadi peluang dan memperkuat posisi kita dalam rantai nilai global,” ujar Prabowo dalam pertemuan BRICS, Minggu (13/9/2026).

Menurut Prabowo, BRICS memiliki modal sumber daya dan kapasitas yang dapat dijadikan sebagai basis pengembangan industri masa depan. Indonesia melihat pengolahan sumber daya tersebut akan menghasilkan nilai ekonomi yang jauh lebih tinggi dibandingkan sekadar menjadi pemasok bahan mentah.

Prabowo juga mengimbau negara-negara anggota BRICS untuk mengoptimalkan sumber daya dan kapasitas produksi secara kolektif. Langkah ini diyakini mampu menguatkan struktur industri, mendongkrak investasi, serta menciptakan lebih banyak lapangan kerja.

“Karena itu, izinkan saya menawarkan sesuatu yang konkret. Mari kita melakukan industrialisasi bersama dan mengoptimalkan sumber daya serta kapasitas yang kita miliki bersama,” kata Prabowo.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa BRICS pada dasarnya sudah memiliki ekosistem rantai pasok yang tinggal dihubungkan dan dioptimalkan. Penguatan rantai pasok ini membuat sinergi sumber daya, teknologi, kapasitas produksi, dan pasar antarnegara anggota menghasilkan nilai tambah ekonomi yang lebih besar.

“BRICS sudah menjadi rantai pasok. Tugas kita adalah menghubungkan dan mengoptimalkannya agar kekuatan yang sudah ada ini dapat menjadi sumber nilai yang lebih besar bagi kita semua,” tutur Prabowo.

Prabowo meyakini bahwa pengembangan ekonomi hijau merupakan bagian penting dari strategi BRICS untuk meningkatkan daya saing industri. Indonesia berharap peluang ini mampu mendorong arus investasi dan memperkokoh posisi negara-negara anggota dalam peta ekonomi dunia.

#KTTBRICS
#HilirisasiIndustri
#EkonomiHijau
#DiplomasiIndonesia

Disqus Comments Loading...

Artikel Terbaru

Setahun Sekolah Rakyat: 44 Ribu Anak dari Keluarga Kurang Mampu Kini Bersekolah

Satu tahun setelah dimulai, Sekolah Rakyat kini menjadi bangku belajar bagi lebih dari 44 ribu…

2 hours yang lalu

80 Tahun Hari Oeang: Akankah Uang Tunai Tergeser QRIS?

Tepat 80 tahun lalu, 30 Oktober 1946 pukul 00.00, Oeang Republik Indonesia (ORI) mulai berlaku…

2 hours yang lalu

Campur Hidrogen di PLTG, Amonia di PLTU: Strategi PLN IP Tekan Emisi Listrik

Kebutuhan listrik terus naik, tetapi tekanan untuk menurunkan emisi karbon juga makin kuat. Untuk menjawab…

1 day yang lalu

IHSG Gagal Pertahankan Hijau, Berbalik Melemah ke 5.272 di Awal Perdagangan

Jakarta – Sambutan positif di pembukaan tak bertahan lama bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).…

1 day yang lalu

Dinkes Sulsel Perketat Pengawasan Antisipasi Influenza A

Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulawesi Selatan memperkuat pengawasan dan kewaspadaan terhadap peningkatan aktivitas virus influenza…

3 weeks yang lalu

Olah Limbah Jadi Energi, Buka Peluang Lapangan Kerja Hijau

Pengembangan bioenergi tidak hanya menjadi bagian dari transisi energi, tetapi juga membuka peluang ekonomi dan…

1 month yang lalu