Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa Februari adalah satu-satunya bulan yang memiliki durasi paling pendek dalam kalender? Di saat bulan lain memiliki 30 atau 31 hari, Februari harus puas dengan 28 hari, kecuali di tahun kabisat. Ternyata, sejarah di balik angka ini penuh dengan takhayul, ritual penyucian, hingga ego para penguasa Romawi.
Barulah pada abad ke-7 SM, raja kedua Roma, Numa Pompilius, memutuskan untuk menambahkan dua bulan baru di akhir tahun: Januari dan Februari. Namun, di sinilah keanehan dimulai.
Februari, yang berasal dari kata Februa (berarti penyucian atau pembersihan), ditetapkan hanya memiliki 28 hari. Karena Februari saat itu adalah bulan terakhir dalam setahun dan didedikasikan untuk upacara kematian serta penyucian, orang Romawi menganggap angka genap di bulan ini sebagai bentuk penghormatan bagi arwah.
Kekacauan ini baru berakhir saat Julius Caesar memperkenalkan Kalender Julian pada tahun 45 SM. Caesar mengubah sistem menjadi 365 hari berbasis matahari. Agar tetap akurat dengan putaran bumi terhadap matahari, ia menciptakan Tahun Kabisat.
Setiap empat tahun sekali, Februari yang tadinya 28 hari, ditambahkan satu hari ekstra menjadi 29 hari. Ini dilakukan untuk “menabung” sisa waktu sekitar 6 jam setiap tahunnya yang jika dikumpulkan selama empat tahun akan menjadi satu hari penuh.
Hingga saat ini, Februari tetap menjadi bulan paling unik. Meski pendek dan dianggap pembawa sial di masa lalu, Februari kini justru dikenal sebagai bulan kasih sayang dan momen spesial bagi mereka yang lahir di tanggal 29.
Kecoak termasuk dalam ordo Blattodea, kelompok serangga yang memiliki lebih dari 4.500 spesies di seluruh…
Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah IV Makassar mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk…
Langkah besar diambil Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Pemerintah Kota Makassar dalam mengatasi krisis sampah…
Siapa yang bisa menolak kesegaran nanas di siang hari yang terik? Buah bernama latin Ananas…
Kabar membanggakan datang dari SMAN 20 Makassar. Sebanyak 34 siswa dinyatakan lolos masuk Perguruan Tinggi…
Kabar gembira bagi pengguna transportasi publik di Sulawesi Selatan. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan resmi memberlakukan…