Sejarah

Mengapa Februari Jadi ‘Anak Tiri’ dengan 28 Hari? Ternyata Ada Campur Tangan Takhayul Romawi Kuno!

Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa Februari adalah satu-satunya bulan yang memiliki durasi paling pendek dalam kalender? Di saat bulan lain memiliki 30 atau 31 hari, Februari harus puas dengan 28 hari, kecuali di tahun kabisat. Ternyata, sejarah di balik angka ini penuh dengan takhayul, ritual penyucian, hingga ego para penguasa Romawi.

  1. ​Berawal dari Kalender 10 Bulan
    ​Sejarah mencatatkan bahwa pada masa kepemimpinan Romulus, pendiri Roma, kalender hanya memiliki 10 bulan dimulai dari bulan Maret (saat musim semi) dan berakhir di Desember. Menariknya, periode musim dingin selama 61 hari justru diabaikan karena dianggap tidak produktif untuk pertanian dan militer.

​Barulah pada abad ke-7 SM, raja kedua Roma, Numa Pompilius, memutuskan untuk menambahkan dua bulan baru di akhir tahun: Januari dan Februari. Namun, di sinilah keanehan dimulai.

  1. ​Ketakutan Terhadap Angka Genap
    ​Orang Romawi kuno memiliki kepercayaan kuat bahwa angka genap dapat membawa sial. Oleh karena itu, Numa berusaha membuat setiap bulan memiliki jumlah hari ganjil (29 atau 31 hari).
    ​Namun, ada masalah matematis. Untuk mencapai total 355 hari dalam satu tahun lunar (siklus bulan), setidaknya harus ada satu bulan yang berjumlah genap. Akhirnya, dipilihah Februari sebagai “korban”.

​Februari, yang berasal dari kata Februa (berarti penyucian atau pembersihan), ditetapkan hanya memiliki 28 hari. Karena Februari saat itu adalah bulan terakhir dalam setahun dan didedikasikan untuk upacara kematian serta penyucian, orang Romawi menganggap angka genap di bulan ini sebagai bentuk penghormatan bagi arwah.

  1. ​Munculnya Tahun Kabisat
    ​Seiring berjalannya waktu, kalender 355 hari ini mulai tidak sinkron dengan musim di bumi (yang mengikuti matahari). Untuk mengakalinya, orang Romawi sempat menyisipkan bulan tambahan bernama Mercedonius setiap beberapa tahun sekali.

​Kekacauan ini baru berakhir saat Julius Caesar memperkenalkan Kalender Julian pada tahun 45 SM. Caesar mengubah sistem menjadi 365 hari berbasis matahari. Agar tetap akurat dengan putaran bumi terhadap matahari, ia menciptakan Tahun Kabisat.

​Setiap empat tahun sekali, Februari yang tadinya 28 hari, ditambahkan satu hari ekstra menjadi 29 hari. Ini dilakukan untuk “menabung” sisa waktu sekitar 6 jam setiap tahunnya yang jika dikumpulkan selama empat tahun akan menjadi satu hari penuh.

  1. ​Mitos ‘Pencurian’ Hari oleh Kaisar Augustus
    ​Ada cerita populer (walaupun banyak sejarawan menyebutnya mitos) bahwa awalnya Februari memiliki 29 hari secara reguler. Namun, ketika Kaisar Augustus naik takhta, ia ingin bulan “Agustus” memiliki jumlah hari yang sama dengan bulan “Juli” milik Julius Caesar (31 hari). Konon, ia mengambil satu hari dari Februari untuk ditempelkan ke Agustus, membuat Februari semakin menciut menjadi 28 hari.

​Hingga saat ini, Februari tetap menjadi bulan paling unik. Meski pendek dan dianggap pembawa sial di masa lalu, Februari kini justru dikenal sebagai bulan kasih sayang dan momen spesial bagi mereka yang lahir di tanggal 29.

Disqus Comments Loading...
Publikasi
Admin Post

Artikel Terbaru

Di Tengah Ancaman Global, Cadangan Beras RI 5 Juta Ton, DPR Angkat Topi

Jakarta, – Di tengah tekanan global dan potensi gangguan pasokan pangan dunia, Indonesia justru menunjukkan…

2 months yang lalu

Sinergi Orang Tua dan Budaya: Kartini Fest 2026 SMANSA Makassar Berlangsung Meriah

Semangat perjuangan R.A. Kartini kembali bergelora di SMA Negeri 1 (SMANSA) Makassar. Melalui kolaborasi apik…

2 months yang lalu

SMA Negeri 1 Makassar Buka Pendaftaran Siswa Baru 2026, Simak Jadwal dan Jalur Masuknya!

​Unit Pelaksana Teknis (UPT) SMA Negeri 1 Makassar resmi merilis jadwal Sistem Penerimaan Murid Baru…

2 months yang lalu

Wujudkan Konektivitas, Pemprov Sulsel Mulai Pengaspalan Jalan Aroepala Makassar Melalui Proyek MYP

Kabar baik bagi warga Kota Makassar dan pengguna jalan lintas Kabupaten Gowa. Pemerintah Provinsi Sulawesi…

2 months yang lalu

​H-2 Minggu Batas Lapor SPT 2026: 11,2 Juta Wajib Pajak Sudah Lapor, DJP Ingatkan Sanksi Denda

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan mencatat tren positif dalam kepatuhan perpajakan tahun ini. Hingga…

2 months yang lalu

Si Penyintas Tangguh: Mengenal Lebih Dekat Dunia Kecoak

Kecoak termasuk dalam ordo Blattodea, kelompok serangga yang memiliki lebih dari 4.500 spesies di seluruh…

2 months yang lalu