Budaya

Nyantai : Baris-Berbaris Mampu Mewujudkan Hadirnya Pancasila

Baris-berbaris merupakan dimana orang-orang disusun rapih antar satu dengan lainnya. Sejak lahir kita sebenarnya diajarkan baris-berbaris tanpa kita sadari, ketika tertidur kita akan disusun rapih diantara bantal bantal. Toh namanya juga bayi pasti belum ada teman jadinya bantal dulu yang ditemani.

Nah ketika mulai bersekolah. Sebelum memasuki kelas biasanya akan terlebih dahulu untuk baris-berbaris di depan kelas, hal ini juga bertujuan agar dapat dilakukan pemeriksaan  kuku dan proses salaman dengan guru kita. Hampir tiap hari kita akan melakuakn baris-berbaris, namun naik ke SD, lalu SMP, Kemudian SMA, dan terakhir ke universitas. Kegiatan  baris-berbaris mungkin akan tambah jarang dilakukan sebab tidak mungkin lagi sebelum masuk kuliah harus baris dulukan.

Namun sebenarnya proses baris-berbaris hampir tiap hari kita lakukan, mungkin kita Cuma tidak menyadarinya. Seperti ketika membawa kendaraan, semua akan berbaris rapih di jalur yang ditentukan dan juga ketika mengantri pasti proses baris berbaris akan berlangsung, walaupun pada kenyataannya di Indonesia mengantri adalah sesuatu yang mahal nilainya.

Tapi berhubung tanggal 1 Juni ini merupakan hari lahirnya pancasila, kegiatan baris-berbaris banyak dilakukan oleh banyak pihak yang menyelenggarakan upacara demi memperingati kelahiran pancasila. Tak terkecuali para siswa yang tetap datang kesekolah mereka demi melakukan upacara.

Proses upacara pasti para siswa akan melakukan baris-berbaris terlebih dahulu agar terlihat rapih. Namun sadarkah kalian jika proses baris berbaris menimbulkan perwujudan pancasila.

  1. Ketuhanan yang maha Esa
    Apapun kegiatan yang kita lakukan, mengingat tuhan merupakan hal wajib. Jadi ketuhanan yang maha esa sudah pasti ada ketika berbaris.
  2. Kemanusian yang adil dan beradab
    Ketika baris-berbaris untuk upacara kita akan disuruh untuk yang kurang tinggi didepan dan yang tinggi di atas rata-rata dibelakang. Ini merupakan bentuk keadilan yang nyata, dengan begini semua siswa dapat melihat dengan jelas tanpa terganggu orang didepannya. Bayangkan ketika tidak beraturan ada siswa yang hanya akan memandangi punggung temannya  hingga selesai.

    Ketika berbaris juga kita akan disuruh untuk “Lancang depan, gerak” kalian tau apa gunanya ini ? agar kita tak saling bertabrakan dengan yang didepan kita. Kita juga akan memiliki jarak yang sama antar satu dengan lainnya. Sehingga keadilan memang nyata
  3. Persatuan Indonesia
    Kalian sadar tidak apa bentuk persatuannya ketika berbaris untuk upacara ? siapapun kita tetap harus berbaris dengan yang lain. Tak peduli kita anak siapa mau anak presiden anak artis pun harus tetap berbaris dengan yang lainnya. Apapun agamanya kita akan disejajarkan dengan agama lain ketika berbaris, entah berbeda agama ataupun sama.

    Ketika kalian memakai sepatu yang bermerek sekalipun dengan yang merek kw kalian tetap akan menginjakkannya di tempat yang sama yakni di atas lapangan yang ditempati upacara. Pakaian kalian juga mungkin berbeda beda merek tentunya tapi kan yang jelas tetap berwarna yang sama yakni putih sesuai pakaian sekolah

  4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan.
    Dengan menuruti arahan dari pimpinan upacara kalian secara tidak langsung telah bijaksana karena mau diarahkan sama dengan yang lain dan mau menuruti aturan yang di perintahkan.

    Ketika sebelum upacara mulai pasti akan ada pemimpin barisan yang akan mengarahkan terlebih dahulu. Kalian sadar tidak yang memimpin itu karena musyawarah kalian dengan yang lain untuk siapa yang mengarahkan. Walaupun musyawarah ini dilakukan karena semua pada tidak ada yang mau.

  5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
    Kita telah adil ketika baris berbaris. Kita adil sama sama mendengarkan arahan yang sama, mengikuti proses upacara yang sama.tak ada yang dibedakan kecuali yang sakit tapi ini juga bentuk keadilan karena keadaan fisik yang tidak mendukung makanya dia mendapatkan perlakukan lebih. Toh dengan tidak menuntut memaksa dia untuk tetap ikut karena sakit itu merupakan keadilan yang nyata.

Jadi janganlah malas untuk ikut upacara dan melakukan baris berbaris. Setidaknya dengan begitu kita sudah menerapkan nilai-nilai pancasila. Selamat hari lahir pancasila.

Follow kami juga di:

Penulis : Pokerface24

Disqus Comments Loading...

Artikel Terbaru

Dinkes Sulsel Perketat Pengawasan Antisipasi Influenza A

Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulawesi Selatan memperkuat pengawasan dan kewaspadaan terhadap peningkatan aktivitas virus influenza…

1 week yang lalu

Olah Limbah Jadi Energi, Buka Peluang Lapangan Kerja Hijau

Pengembangan bioenergi tidak hanya menjadi bagian dari transisi energi, tetapi juga membuka peluang ekonomi dan…

2 weeks yang lalu

Dulu Antre Makan Gratis, Kini Jadi Triliuner Teknologi

Kisah hidup Jan Koum menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan finansial dan masa lalu yang kurang…

3 weeks yang lalu

Bos Nvidia: Chip Buatan China Tinggal Hitungan Nanodetik Saja di Belakang AS

Amerika Serikat dan China tak hentinya berkompetisi mengembangkan teknologi paling canggih. Di industri semikonduktor, khususnya…

4 weeks yang lalu

Harga Emas Dunia Turun 1,8% Tertekan Lonjakan Harga Minyak dan Inflasi AS

Harga emas turun ke level terendah dalam lebih dari satu bulan pada Senin, setelah lonjakan harga…

4 weeks yang lalu

KTT BRICS, Prabowo Ajak Anggota Manfaatkan Ekonomi Hijau dan Mineral Kritis

Presiden Prabowo dorong negara BRICS manfaatkan ekonomi hijau dan mineral kritis untuk perkuat posisi dalam…

1 month yang lalu