Sekolah

Pengembangangan Hidroponik SMAN 10 Makassar

Hidroponik adalah cara membudidayakan tanaman dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah sebagai media tanamnya, sehingga pada hidroponik sangat mementingkan dalam memenuhi nutrisi tanaman. Tanaman dapat tumbuh dengan subur dan menghasilkan buah secara lebih cepat walaupun tanpa menggunakan tanah sebagai media tanamnya.

Pada metode hidroponik fungsi dari media pengganti tanahnya yaitu untuk menyangga tanaman saja dan yang terpenting yaitu air berfungsi untuk melarutkan nutrisi yang akan di serap oleh akar tanaman. Dengan menggunakan metode hidroponik maka siapapun bisa menanam berbagai macam sayuran tanpa memerlukan tanah yang luas.

Salah satu SMA yang ada di Makassar yang juga membuat kebun hidroponik di dalam lingkungan sekolahnya yakni SMAN 10 Makassar . Kebun hidroponik tersebut di usung oleh Pak Muhajirin (guru sosiologi) dan beberapa rekannya. Kebun tersebut dikelolah langsung oleh para siswa, mulai dari pembuatan wadah, penanaman bibit hingga panen. Dalam kebun hidroponik itu di tanamkan berbagai macam sayuran, seperti sawi, daun bawang, dan lain-lain. Adapun hasil panennya dapat dimanfaatkan oleh para siswa.

Menurut Kepala Sekolah SMAN 10 Makassar, Dra. Hj. Husaefa, kebun hidroponik ini murni dari kerja keras para siswa yang ada di sekolah ini. “Guru memberikan gambaran seperti ini kemudian siswa siswa mengikuti instruksi guru-guru tersebut. Mulai dari merancang alat, pipa bahkan sampai menanam itu semua murid yang melakukannya”.

Setiap media mewakili setiap kelas dan diwajibkan setiap anak merawat satu tanaman. “Setiap anak memiliki satu tanaman untuk bertanggung jawab dirawat sama halnya dengan media hidroponik meski tidak disiram tanaman tersebut harus diberikan nutrisi”, tuturnya.

Selain hidroponik sayuran yang dikembangkan, jamur tiram juga sudah mulai dikembangkan. “Pembudidayaan jamur tiram ini baru dirintis, sudah dilakukan uji coba di beberapa kelas dan menunjukkan prospek yang baik. Tahun ajaran berikutnya akan mulai di praktekkan oleh seluruh siswa kelas X”, jelas Pak Muhajirin sebagai salah satu guru pencetus pengembangbiakan jamur tiram di SMAN 10 Makassar yang ditemui saat acara Ramadhan Fair (29/5).

“Setelah mempraktikkan ini, diharapkan siswa memperoleh dan mampu menerapkan ilmunya dalam kehidupan sehari-hari”, tambah Pak Muhajirin.

Follow kami juga di:

Penulis: RR

Disqus Comments Loading...

Artikel Terbaru

Dinkes Sulsel Perketat Pengawasan Antisipasi Influenza A

Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulawesi Selatan memperkuat pengawasan dan kewaspadaan terhadap peningkatan aktivitas virus influenza…

1 week yang lalu

Olah Limbah Jadi Energi, Buka Peluang Lapangan Kerja Hijau

Pengembangan bioenergi tidak hanya menjadi bagian dari transisi energi, tetapi juga membuka peluang ekonomi dan…

2 weeks yang lalu

Dulu Antre Makan Gratis, Kini Jadi Triliuner Teknologi

Kisah hidup Jan Koum menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan finansial dan masa lalu yang kurang…

3 weeks yang lalu

Bos Nvidia: Chip Buatan China Tinggal Hitungan Nanodetik Saja di Belakang AS

Amerika Serikat dan China tak hentinya berkompetisi mengembangkan teknologi paling canggih. Di industri semikonduktor, khususnya…

4 weeks yang lalu

Harga Emas Dunia Turun 1,8% Tertekan Lonjakan Harga Minyak dan Inflasi AS

Harga emas turun ke level terendah dalam lebih dari satu bulan pada Senin, setelah lonjakan harga…

1 month yang lalu

KTT BRICS, Prabowo Ajak Anggota Manfaatkan Ekonomi Hijau dan Mineral Kritis

Presiden Prabowo dorong negara BRICS manfaatkan ekonomi hijau dan mineral kritis untuk perkuat posisi dalam…

1 month yang lalu