Baper

Tentang Hujan dan Kita

Kembali lagi hujan turun membawa serta kenangan kita

Aku kembali mengingat sosok akan dirimu yang beberapa kali tersembunyi di ingatanku namun akan selalu berhasil keluar ketika hujan turun

Udara yang dingin kembali mengingatkan bagaimana hangat dan nyamannya pelukmu seolah-olah kau sangat takut kehilanganku. Bagaimana saat kau mengecup keningku, betapa tulus yang aku rasakan, seolah-olah kau tidak akan pernah pergi dari sisiku. Seolah-olah kita telah di takdirkan bersama

Saat itu kau berkata tidak akan meninggalkanku. Walau pada kenyataannya kau memilih untuk pergi dan kembali membuat luka yang dalam.

Sungguh itu menjadi tamparan keras, walau sedari dulu akupun menyadari bahwa satu diantara kita tidak akan bertahan dan memilih untuk menyerah memilih untuk pergi dengan egoisnya

Walau aku menyadari kaulah yang akan memutuskan untuk pergi lebih dulu tapi tetap saja perih rasanya. Semua kisah cinta memanglah indah di awal namun bukankah ketika menghadapi masalah dan tidak mengakhirinya bukankah itu lebih indah? Menyelesaikan segala masalah dengan kepala dingin dan tidak terpengaruh oleh ego masing-masing?

Tapi sekali lagi kita kalah akan ego kita. Membiarkan ego itu menggerogoti diri kita

Bukan aku lagi yang berada dalam ingatanmu, bukan diriku lagi yang berotasi mengelilingi fikiranmu dan bukan lagi aku yang menjadi prioritasmu

Meski kau berkata bahwa semuanya akan kembali sama namun tidak yang aku rasakan

Kau berubah menjadi karakter yang berbeda lagi. Karakter yang membuatku sangat membenci dirimu namun itulah dirimu, kau adalah bagian dari karakter tersebut yang pernah mengisi hari-hariku dan membuatku tersenyum konyol

Kau bilang akan selalu ada dikala hujan turun, menemaniku memandangi hujan berjam-jam, menikmati coklat hangat, yah intinya menikmati suasana ketika hujan turun dan lalu mulai bercengkrama mengenai berbagai macam hal sederhana yang akan membuat kita bahagia

Aku menikmati setiap omong kosongmu, bagaimana aku dan kau tertawa untuk lelucon yang sebenarnya sama sekali tidak lucu

Kau bilang akan selalu ada disetiap rindu itu menyapa, namun ketika rindu ini terasa sangat dalam kau dimana? Tapi sudahla itu semua adalah masa lalu….

Ingatkah kau,

Kau pernah bertelanjang kaki hanya untuk membiarkanku memakai sepatumu dikala hujan turun ketika kau takut sepatuku akan basah oleh hujan. Sungguh hal sederhana itu yang membuatku mengagumimu

Namun intinya semuanya hanyalah kenangan manis bersama hujan dan sekaligus kenangan pahit untukku

Hujan, sungguh jika kau membuatku terus mengingatnya, mengingat luka yang dalam yang ia timbulkan, mungkin akupun akan membencimu dan berharap kau takkan lagi pernah membasahi duniaku,

Karena hujan takkan lagi pernah indah untukku.

Penulis : Pokerface24

Disqus Comments Loading...

Artikel Terbaru

Dinkes Sulsel Perketat Pengawasan Antisipasi Influenza A

Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulawesi Selatan memperkuat pengawasan dan kewaspadaan terhadap peningkatan aktivitas virus influenza…

22 hours yang lalu

Olah Limbah Jadi Energi, Buka Peluang Lapangan Kerja Hijau

Pengembangan bioenergi tidak hanya menjadi bagian dari transisi energi, tetapi juga membuka peluang ekonomi dan…

1 week yang lalu

Dulu Antre Makan Gratis, Kini Jadi Triliuner Teknologi

Kisah hidup Jan Koum menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan finansial dan masa lalu yang kurang…

2 weeks yang lalu

Bos Nvidia: Chip Buatan China Tinggal Hitungan Nanodetik Saja di Belakang AS

Amerika Serikat dan China tak hentinya berkompetisi mengembangkan teknologi paling canggih. Di industri semikonduktor, khususnya…

3 weeks yang lalu

Harga Emas Dunia Turun 1,8% Tertekan Lonjakan Harga Minyak dan Inflasi AS

Harga emas turun ke level terendah dalam lebih dari satu bulan pada Senin, setelah lonjakan harga…

3 weeks yang lalu

KTT BRICS, Prabowo Ajak Anggota Manfaatkan Ekonomi Hijau dan Mineral Kritis

Presiden Prabowo dorong negara BRICS manfaatkan ekonomi hijau dan mineral kritis untuk perkuat posisi dalam…

3 weeks yang lalu