Motivasi

Fenomena “AI Rebounding”: Pekerja yang Di-PHK karena AI Dipanggil Kembali

Beberapa waktu terakhir, PHK dengan alasan kecerdasan buatan (AI) menjadi tren di banyak perusahaan. Kini arah anginnya mulai berubah: sejumlah perusahaan dilaporkan menyesali keputusan itu dan kembali merekrut karyawan yang sebelumnya diberhentikan. Fenomena ini disebut AI rebounding, atau efek pantulan balik AI.

Dari Tren PHK ke Penyesalan
Pada Mei 2026, firma layanan karier asal Amerika Serikat, Challenger, Gray & Christmas, mencatat bahwa 40% perusahaan menjadikan AI sebagai alasan utama melakukan PHK.

Namun riset terbaru menunjukkan sebagian dari mereka kini berbalik arah.
Beberapa temuan yang mengemuka:
Survei SHL dan Propeller Insights (Juni–Juli 2026) terhadap masing-masing lebih dari 1.000 pekerja di AS dan Inggris, dengan margin kesalahan 5%: hampir satu dari lima responden di AS mengaku pernah di-PHK karena AI, dan sebagian di antaranya dipanggil kembali.
Laporan Orgvue (Maret 2026): 32% organisasi yang memberhentikan karyawan demi penerapan AI akhirnya harus merekrut kembali.

Ford dan Amazon disebut sebagai contoh perusahaan besar yang mengubah strategi setelah PHK terkait AI dalam setahun terakhir.
Lucy Beaumont, Wakil Presiden Senior bidang Produk dan Desain Global SHL, menilai temuan ini menunjukkan perusahaan sadar bahwa mereka mengambil keputusan terlalu terburu-buru, seperti dikutip CNBC, Selasa (3/11/2026).
Di Mana Letak Kekeliruannya?
Profesor Praktik Manajemen Harvard Business School, Joseph Fuller, menilai perusahaan keliru menganggap AI sama seperti perangkat lunak biasa. Logikanya: untuk mendanai teknologi baru, anggaran harus dihemat, dan PHK menjadi jalan pintas yang lazim.
Padahal, menurut Fuller, AI memberi nilai paling besar jika dipadukan dengan kecerdasan kontekstual manusia. Semakin dalam seseorang memahami proses bisnis yang krusial, semakin besar manfaat yang bisa diperoleh dari AI

Beaumont sepakat. AI belum bisa sepenuhnya menggantikan orang yang memahami bisnis, mengenal pelanggan, punya penilaian, serta mampu berempati dan membangun hubungan antarmanusia.
Mau Kembali, Tapi dengan Syarat
Kabar baiknya bagi perusahaan: sebagian besar pekerja bersedia kembali. Hanya 6,6% pekerja AS yang menyatakan tidak akan kembali dengan syarat apa pun.

Beaumont mengingatkan bahwa dipekerjakan kembali tidak otomatis memulihkan hubungan. PHK mengubah kontrak psikologis antara karyawan dan perusahaan. “Anda sudah merusak kepercayaan orang-orang ini,” katanya.

Akibatnya, karyawan yang kembali mungkin tidak seproduktif dan seterlibat sebelumnya. Budaya kerja yang sudah rusak, menurut Beaumont, sulit diperbaiki.

Fuller menyebut adaptabilitas sebagai keterampilan kunci di tengah pesatnya AI. Ia menyarankan pekerja rutin berlatih dengan AI dan terbiasa dengan perubahan. Ia juga memperkirakan AI akan menimbulkan “kekacauan yang tak kunjung reda” di banyak organisasi seiring mereka menyusun ulang tenaga kerjanya.

Bagi para pemimpin, Beaumont menyarankan fokus pada pertanyaan seperti: peningkatan keterampilan apa yang dibutuhkan karyawan, peluang baru apa yang tersedia bagi mereka, dan mobilitas internal apa yang terbuka berkat AI.

#AIRebounding #ArtificialIntelligence #TrenTenagaKerja #TransformasiDigital #MasaDepanPekerjaan #DuniaKerja #Otomasi #Rekrutmen

Disqus Comments Loading...
Publikasi
Admin Post

Artikel Terbaru

“Jangan Molor”: Said Iqbal Minta Pemerintah Segera Pastikan Aturan UMP 2027

Pembahasan upah minimum 2027 mulai bergulir, tetapi buruh menilai pegangan aturannya belum jelas. Penasihat Khusus…

3 hours yang lalu

DJP Luruskan Isu SPP-TDLN: Transfer Dana dan Remitansi Tak Otomatis Kena PPN

Kabar bahwa transaksi luar negeri akan dikenai pajak sempat ramai dan memicu tanda tanya di…

23 hours yang lalu

Komdigi Terbitkan KM 127 dan 128: Kritik yang Sah Tak Otomatis Ditindak

Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menegaskan bahwa kritik dan perbedaan pendapat yang disampaikan secara sah…

23 hours yang lalu

Ulang Tahun ke-111, PSM Makassar Luncurkan Dua Jersey Spesial dengan Logo Legendaris

Makassar – Tepat di usia ke-111 tahun, PSM Makassar memberi kado spesial bagi para suporternya.…

2 days yang lalu

RSUD Haji Makassar Dilirik Ombudsman RI, Jadi Lokus Penilaian Pelayanan Publik 2026

Kabar baik datang dari dunia layanan kesehatan Sulawesi Selatan. RSUD Haji Makassar terpilih sebagai salah…

2 days yang lalu

Setahun Sekolah Rakyat: 44 Ribu Anak dari Keluarga Kurang Mampu Kini Bersekolah

Satu tahun setelah dimulai, Sekolah Rakyat kini menjadi bangku belajar bagi lebih dari 44 ribu…

5 days yang lalu