Cuit

Mau Pulang Kekampung Halaman Tapi Lupa Halaman Berapa

Tradisi untuk pulang kekampung halaman ketika mendekati akhir puasa sudah menjadi lumrah bagi masyarakat Indonesia. Pulang kampung merupakan pelengkap bulan Ramadhan, dimana orang akan berbondong-bondong balik ke daerah asal mereka masing-masing untuk bertemu sanak saudara sekaligus bertemu mantan jika punya.

Pulang kampung yang memiliki saudara kembar yang bernama mudik ini sangat dinantikan oleh banyak orang. Sebab pulang kampung akan memiliki kesan tersediri. Bisa bertemu keluarga yang sudah lama tidak ditemui, makan makanan khas daerah, dan yang paling terpenting berkumpul bersama untuk merayakan hari kemenangan di tambah dengan menyantah berbagai makanan yang sangat melimpah merupakan hal ang tak ternilai harganya.

Tak terkecuali dengan para mahasiswa yang pergi merantau demi menggapai cita-cita mereka dengan berkuliah didaerah lain. Mereka akan sangat menantikan waktu-waktu mudik yang terasa lama untuk kunjung datang. Mereka tak sabar menanti untuk berkumpul dengan keluarga mereka agar tak ada lagi yang namanya sahur sendiri, berbuka seadanya, dan ngenes sendiri la pokoknya. Para mahasiswa akan berusaha secepat mungkin untuk balik ke daerah mereka masing-masing, begitu masalah perkuliahan sudah beres, kegiatan-kegiatan kampus sudah tidak ada lagi,  dan telah berpamitan dengan sang yang dikasihi serta ibu yang baik ketika awal bulan namun sedikit di hindari akhir bulan yang biasa disebut ibu kos. Maka mereka akan segera balik sebab semakin cepat mereka balik maka semakin cepat pula nasib ngenes mereka berakhir

Namun apakah semua orang mudik ?

Tidak, ada orang yang tidak mudik sebab mereka sudah ada daerah mereka sendiri, jadi mau mudik kemana lagi atau malah keluarga mereka yang datang ke daerah mereka sehingga mereka tak perlu lagi untuk mudik.

Tapi apakah semua orang punya kampung halaman ?

Semua orang bisa dikatakan memiliki kampung halaman, tak melulu kampung halaman itu berasal dari tempat kita lahir atau tak harus di daerah itu kita dibesarkan. Bisa saja kampung halaman ada karena kebanyakan keluarga besar kita disana atau kita mempunya suatu kenangan penting disana itu bisa disebut sebagai kampung halaman.

Namun, tak semua orang tau rasanya mudik. Ada yang tak bisa mudik karena kerjaan dimana mereka harus tetap bekerja pas hari H atau waktu waktu mudik. Terhalangan mahalnya kebutuhan transportasi, seperti tiket yang melesat tajam. Jarak yang sangat jauh menjadi peghalangan yang perlu diperhatikan, keamanan tempat tiggal juga menjadi ancaman untuk mudik. Dan ada pula yang melupakan halaman mana yang mereka harus tuju untuk pulang kekampung halaman.

Ya seperti halnya membaca suatu buku yang tak selesai. Dimana seseorang berhenti membacanya karena suatu hal yang menghalanginya. Ketika mereka ingin kembali setelah beribu-ribu kali matahari terbit dan terbenam kembali akhirnya mereka lupa telah membacanya sampai halaman berapa.

Begitu pula dengan kampung halaman. Jika setelah waktu yang sangat lama seseorang tidak kembali maka dia akan melupakan kampung halamannya. Mungkin buka dia yang akan melupakan kampung halamannya namun sang halaman yang akan melupakan dia dan menghilangkan sejuta kenangan yang pernah diukir ditempat tersebut.

Pulang kekampung halaman bisa menjadi sebuah memori yang indah untuk digunakan kepada pasangan, anak, atau siapapun itu untuk diceritakan kembali. Setidaknya bisa menjadi pembelajar sejarah ataupun pembelajaran hidup bagi mereka.

Mudik kekampung halaman merupakan cara terbaik untuk menguatkan tali-tali yang sempat renggang ataupun telah putus. Teknologi memang telah berkembang dengan sangat pesatnya. Berkomunikasi adalah hal yang sangat mudah dilakukan namun kehangatan sebuah tatapan dan kelembuatan suara yang didengarkan secara langsung merupakan tali-tali yang jauh sangat baik agar tali kekeluargaan tetap tejaga.

Mudik memang terlihat sederhana namun sangatlah bermakna, mudik pula yang sederhana namun harus mengorbankan sesuatu entah itu materi, waktu, atau tenaga. Tapi mudik yang sangat sederhana itu tidak dapat digantikan oleh apapun. Ingatla dihalaman mana yang pernah kalian baca agar halaman tersebut selalu ada bagi kalian jika kalian butuh.

Selamat Mudik bagi kalian yang sempat melakukannya, jangan sampai saah halaman ya. Apa lagi kehalaman mantan karena dijamin akan sangat menyiksa. Team SIAPBACA.COM pun telah mudik satu persatu dan mereka menyampaikan pesan bagi yang mau mudik agar tidak membawa minuman jika mudik siang hari sebab jangan sampai melakukan BUDI (buka diam-diam).

Follow kami juga di:

Penulis : Pokerface

Disqus Comments Loading...

Artikel Terbaru

Di Tengah Ancaman Global, Cadangan Beras RI 5 Juta Ton, DPR Angkat Topi

Jakarta, – Di tengah tekanan global dan potensi gangguan pasokan pangan dunia, Indonesia justru menunjukkan…

1 month yang lalu

Sinergi Orang Tua dan Budaya: Kartini Fest 2026 SMANSA Makassar Berlangsung Meriah

Semangat perjuangan R.A. Kartini kembali bergelora di SMA Negeri 1 (SMANSA) Makassar. Melalui kolaborasi apik…

1 month yang lalu

SMA Negeri 1 Makassar Buka Pendaftaran Siswa Baru 2026, Simak Jadwal dan Jalur Masuknya!

​Unit Pelaksana Teknis (UPT) SMA Negeri 1 Makassar resmi merilis jadwal Sistem Penerimaan Murid Baru…

1 month yang lalu

Wujudkan Konektivitas, Pemprov Sulsel Mulai Pengaspalan Jalan Aroepala Makassar Melalui Proyek MYP

Kabar baik bagi warga Kota Makassar dan pengguna jalan lintas Kabupaten Gowa. Pemerintah Provinsi Sulawesi…

1 month yang lalu

​H-2 Minggu Batas Lapor SPT 2026: 11,2 Juta Wajib Pajak Sudah Lapor, DJP Ingatkan Sanksi Denda

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan mencatat tren positif dalam kepatuhan perpajakan tahun ini. Hingga…

1 month yang lalu

Si Penyintas Tangguh: Mengenal Lebih Dekat Dunia Kecoak

Kecoak termasuk dalam ordo Blattodea, kelompok serangga yang memiliki lebih dari 4.500 spesies di seluruh…

2 months yang lalu